STIKes PGI Cikini berkolaborasi dengan NTC Universitas Indonesia dalam menyelenggarakanpelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS)

Sebagai perwujudan salah satu komitmen untuk menghasilkan lulusan Perawat yang unggul, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan PGI Cikini berkolaborasi dengan Nursing Training Centre, Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia menyelenggarakan pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) pada tanggal 28 September sampai 04 Oktober 2026 di Universitas Indonesia kampus Depok, Jawa Barat.Peserta pelatihan BTCLS ini merupakan mahasiswa program studi Diploma Tiga Keperawatan semester VI yang telah dinyatakan lulus yudisium di bulan September 2026. Pelatihan dilakukan oleh Instruktur profesional yang merupakan  praktisi keperawatan lulusan Universitas Indonesia.

Pelatihan BTCLS ini merupakan implementasi atas Perjanjian Kerja Sama antara Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan PGI Cikini dengan Nursing Training Centre, Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia.

Dokumen Perjanjian Kerja Sama tersebut ditandatangani oleh Dr. Nouvy Helda Warouw, MPH selaku Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan PGI Cikini dan Dr. Sigit Mulyono, S.Kp., M.N. selaku Ketua Nursing Training Centre, dengan disaksikan oleh Wakil Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia Dr. Masfuri, S.Kp., M.N.,  dan Wakil Ketua II Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan PGI Cikini Ibu Susanti Basuki, S.E., M.A., serta Kepala Unit Kemahasiswaan Ns. Eltania Giovanni, S.Kep.

Setelah megikuti pre test, peserta pelatihan dijelaskan teori dan dibekali dengan praktek seperti EKG, Initial Assessment, Airway and Breathing Management, RJP, resusitasi cairan, Triage, ambulance simulation,  dan ketrampilan lainnya dengan menggunakan peralatan, kendaraan dan perlengkapan medis sesuai standar kegawatdaruratan nasional dan internasional.

Di hari terakhir pelatihan, peserta mengikuti post test untuk mengukur kompetensi yang didapatkan dari  pelatihan BTCLS ini. Peserta pelatihan terbaik pertama diraih oleh Imanuel Tius Oktiopan Pasaribu, peserta terbaik kedua diraih oleh Carlos Krister Pangemanan, dan peserta terbaik ketiga diraih oleh Nurhalisyah Bunga. Puji TUHAN, semua peserta pelatihan berjumlah 57 (lima puluh tujuh) orang dinyatakan lulus dan kompeten. Kiranya ilmu, wawasan dan ketrampilan yang telah diterima dapat diaplikasikan dan dikembangkan dengan baik di bidang layanan kesehatan dan di masyarakat. Soli Deo Gloria!